Steffy si anak Hijau
Steffy adalah seorang anak yang lahir di Canada dan sekarang dia
tinggal di Atlanta karena pekerjaan orang tua nya, jadi terpaksa sekolah nya
juga harus pindah-pindah. Suatu hari orang tua Steffy mendapatkan Tugas di
Indonesia dan mereka semua akan pindah ke Indonesia mereka beruntung karena
mama Steffy adalah orang Indonesia. Steffy merasa sulit untuk meninggalkan Atlanta
karena mereka telah tinggal di Atlanta sudah hampir setahun dan juga disana
Steffy sedang menjalankan Organisasi untuk mencegah Global Warming. Walaupun
Steffy besih keras tidak mau pindah ke Indonesia, tapi mau tidak mau ia harus
ikut ke Indonesia dan meninggalkan Organisasi yang telah didirikan nya. Setelah
sampai di Indonesia Steffy terkejut karena ia melihat banyak anak kecil
mengamen dijalan & tidak sekolah. Selama perjalanan Steffy pun dikagetkan
dengan banyak hal seperti sampah yang berserakan di pinggir jalan dan sungai
yang kotor “wow, I think I should be proud because they have made a surprise to
greet me!” gerutu Steffy, “hey Steffy, jangan bilang gitu!” kata mama
mengingatkan Steffy. Mereka sampai rumah sampai larut malam karena tadi jalanan
sangat macet, Steffy yang sudah kelelahanpun buru-buru mau masuk kamar “Steffy,
besok kamu sudah bisa sekolah” kata mama memberitahu Steffy “up to you mom!”
jawab nya singkat. Keesokan hari nya Steffy sudah bisa sekolah setelah sampai
sekolah Steffy sudah dapat teman baru nama nya Bryan, Bryan juga bisa bahasa
Inggris karena dulu dia tinggal di New York. Saat istirahat Bryan mengajak
Steffy ke gerbang sekolah yang sudah banyak orang jualan dan banyak siswa lain
yang jajan juga. Lagi-lagi Steffy kebingungan dan bertanya “kenapa mereka tidak
membawa bekal?” bryan menjawab “kata nya nanti seperti anak kecil” “tapi,
makanan yang mereka beli itu di bungkus dengan plastik” kata Steffy dengan muka
kurang bersemangat karena melihat sampah berserakan di halaman sekolah. “yeah,
I know what's on your mind” kata Bryan lalu Steffy mengajak Bryan ke kelas
karena dia sudah membawa bekal. Istirahat pun selesai dan berganti jam pelajan
saat Ibu Guru datang semua anak sudah menyiapkan buku pelajaran, tapi kata Ibu
Guru jam pelajaran diganti dengan pengumuman dan beberapa penyuluhan karena
besok mereka akan pergi ke Puncak. Semua anak terlihat gembira sekali mendengar
pengumuman yang disampaikan tapi Steffy hanya diam karena dia tidak tahu apa
itu Puncak, bel berbunyi saat nya pulang setelah sampai di rumah mama dan papa
belum datang “huft, hari pertama di Indonesia seperti hari-hari biasa mom and
dad tidak ada di rumah” kata Steffy kesal lalu ia masuk kamar. Malam pun tiba
mom and dad sudah pulang untung saja saat itu mereka tidak pulang terlalu larut
malam jadi mom and dad bisa makan malam bersama Steffy, saat makan malam mom
bertanya “Bagaimana hari pertama sekolah? Sudah punya teman baru?” “yeah, mom
but just 1” kata Setffy, “who?” tanya dad penasaran “Bryan” kata Steffy singkat,
“hahaha” mom and dad ketawa “what's funny?” tanya Steffy kesal “cool, anak mom
baru hari pertama tau-tau udah punya temen cowok” kata mom dengan nada mengejek
“mom, come on. Aku temenan sama dia, soal nya dia itu pernah tinggal di New
York jadi dia bisa bahasa Inggris” seru Steffy, “iya deh, tapi kamu harus
belajar bahasa Indonesia juga, supaya bisa bergaul sama semua temen. Ok?” kata
Mom. Saat makan malam selesai Steffy memberitahukan pengumuman yang disampaikan
Ibu Guru tadi, “wah pasti seru” kata dad “tapi, Puncak itu apa? Dad?” tanya
Steffy “Puncak itu tempat nya menyenangkan” Kata Dad, “Really? Tapi bukan tempat
yang banyak sampah nya kan dad?” Tanya Steffy meyakinkan “yeah, Steffy sudah
sana kamu tidur dan siapkan barang-barang yang mau dibawa untuk besok” kata mom
“ok, night mom dad” Steffy pun masuk kamar dan menyiapkan barang-barang untuk
besok. Pagi pun tiba setelah berangkat sekolah Steffy pun segera masuk barisan
untuk mendengarkan beberapa aturan selama di puncak nanti, setelah selesai
mereka pun segera naik Bis dan berangkat selama di perjalanan Steffy dan
teman-teman nya gembira sekali mereka menyanyi bersama, setelah kelelahan
Steffy pun tertidur. Akhirnya sekarang mereka sampai di Puncak, Ibu Guru
membangunkan Steffy “Steffy, ayo bangun kita sudah sampai” Steffy pun bangun
tapi dia kebingungan apa yang di bicarakan Ibu Guru tadi “Wake up Little girl!!”
kata Bryan, Steffy pun sadar kalau mereka sudah sampai lalu mereka turun dari
Bis. “Wow, ini yang nama nya puncak?” tanya Steffy “yeah” jawab Bryan, Udara di
sini sejuk sekali dan sangat bersih pikir Steffy “Bu, kenapa di Kota suasana
nya tidak seperti disini?” Tanya Steffy “iya, sayang nya banyak orang yang
tidak peduli terhadap lingkungan” kata Ibu Guru “tapi, apakah kita bisa
mengubah nya menjadi seperti ini Bu?”
“Bisa saja asalkan kita mau mencoba dan berusaha” jawab Ibu Guru
singkat. Lalu Ibu guru mengajak semua siswa untuk memulai acara dan permainan,
setelah selesai dan ada waktu istirahat yang cukup lama Steffy mengusulkan “bagaimana
kalau kita lomba memungut sampah?” “tapi ada hadiah nya tidak?” Tanya salah
satu teman “yeah, of course nanti kalian dapat makanan yang aku bawa” akhir nya
semua teman saling memungut sampah tidak terasa seketika tempat yang tadi nya
di penuhi oleh bungkus makanan menjadi bersih kembali. “Terimakasih Steffy,
usul kamu sangat bagus” puji Ibu Guru “ya, Bu you’re welcome” kata Steffy. Ibu
Guru mengajak bermain games yang ke dua yaitu belajar menanam tumbuhan kali ini
Bryan mengusulkan “Bagaimana kalau kita terapkan ini di Sekolah? Pasti
menyenagkan” “ya, pasti sangat menyenagkan. Apalagi sampah plastik dapat kita
gunakan untuk membuat kreatifitas berupa tas, tempat pensil, gantungan kuci,
dll” tambah Steffy, “Boleh saja usul kalian sangat baik anak-anak” kata Bu Guru,
setelah berkemas mereka pun segera naik Bis dan kembali menuju sekolah. Mulai
saat itulah di sekolah semua siswa menaati aturan untuk tidak membuang sampah
sembarangan dan menyimpan nya untuk membuat ketrampilan, dan juga bagi yang
tidak membuang sampah sembarangan dalam setahun mendapatkan penghargaan yang
menarik. Di sekolah juga mengadakan kegiatan menanam pohon setiap beberapa
minggu sekali, Ibu Guru merasa senang karena usul Steffy dan teman-teman nya
dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih baik dan juga kini Steffy pun
bisa membentuk Organisasi pencegahan Global Warming di sekolah, untunglah usul
Steffy di tanggapi dengan respon positif oleh teman-teman nya. Jadi mulai
sekarang mereka telah berusaha untuk mengurangi sampah agar bumi kita bisa
tetap terjaga dari ancaman Global Warming, Ayo Jaga Bumi Kita!!